 Siapa yang tak kenal dengan minuman teh? Mungkin selain air putih, teh adalah minuman yang paling sering dikonsumsi oleh orang-orang. Nah, selain nikmat jadi minuman, teh ternyata masih punya sederetan manfaat lain. Apa saja sih manfaatnya?
1. Untuk Kesehatan Tulang Sebuah artikel dalam Archieve of Internal Medicine menuliskan, teh mengandung florida dan senyawa kimia yang dikenal sebagai flavonoid untuk menguatkan tulang. Otomatis, orang-orang yang punya kebiasaan minum teh terutama teh hijau yang mengandung kalsium pembangun tulang, mempunyai densitas tulang yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak.
2. Menyegarkan Tubuh Sedang suntuk dengan rutinitas pekerjaan di kantor? Minum teh saja! Sejenis kafein dalam teh yang berbeda dari kopi, dapat merangsang sistem saraf tubuh. Rangsangan itu membuat pasokan oksigen ke dalam tubuh menjadi lebih lancar.
3. Menjaga Kesehatan Hati The North American Tea Trade Health Research Association menemukan, teh sangat baik untuk kesehatan hati. Teh dapat membuat kerja arteri orang yang mengidap penyakit hati menjadi lebih baik. Penelitian ini juga didukung penelitian sebelumnya yang menyebutkan, orang yang biasa minum teh mempunyai risiko lebih rendah terserang penyakit hati.
4. Menangkal Kolesterol Adanya zat Catechin yang terdapat dalam teh dipercaya dapat mengurangi penimbunan kolestrol dalam darah dan mempercepat pembuangannya melalui tinja.
5. Mencegah Kanker Selain sebagai penguat tulang, zat flavonoid dalam teh juga berperan sebagai penangkal radikal bebas yang dapat mengacaukan keseimbangan tubuh. Jangan main-main dengan gangguan ini, karena gangguan keseimbangan bisa memicu kanker. Dibantu zat lain seperti Polifenol dan Theofolon di daun teh, perkembangan virus yang mengakibatkan kanker dapat dihambat.
Namun, ternyata tak semua orang bisa begitu saja menenggak teh, karena berbagai alasan. Siapa saja yang tak boleh minum teh?
1. Wanita Menyusui Kafein dalam teh bisa membuat usus bayi menjadi kejang sehingga bayi menangis terus menerus. Kafein tersebut juga mengurangi pengeluaran air susu ibu.
2. Penderita Jantung dan Tekanan Darah Tinggi Kadar kafein dalam teh bisa merangsang naiknya tekanan darah. Tak terkecuali jantung yang bisa berdetak lebih cepat sehingga kita merasa sangat gelisah.
3. Orang Insomnia Teh bisa membuat sistim saraf bekerja semakin keras dan meningkatkan metabolisme, sehingga penderita insomnia akan semakin sulit tidur dan gelisah.
4. Sakit Demam Orang yang menderita demam sebaiknya menghindari minum teh karena bisa menaikkan suhu panas badan. Adanya zat theophylline dalam teh dapat membuat fungsi obat penurun suhu berkurang keampuhannya.
Sumber: Astaga!; Teh, Siapa Yang Boleh dan Tidak; Rabu, 13 Juli 2005 (dalam e-mail) 
 Salam Sehat,
Kanker termasuk penyakit yang menakutkan dan merupakan momok bagi banyak orang setelah penyakit jantung. Bagaimana tidak, sudah banyak nyawa lepas akibat penyakit yang dapat menyerang siapa saja ini. Apa sih kanker itu? Bagaimana penyakit ini bisa tumbuh dan berkembang di dalam tubuh kita? Dan, apa pula penyebabnya? Bisakah kita menghindarinya? Yuk,kita simak penjelasan berikut ini.
Gen akan bekerja dengan baik jika tubuh dalam keadaan sehat. Gen ini bertugas mengatur pembelahan sel di dalam tubuh dan memastikan bahwa setiap sel baru adalah replikasi induknya. Sel baru akan menggantikan sel yang mati atau rusak. Jika terjadi ketidaknormalan pada waktu proses pembelahan dan pembaharuan sel, maka akan terbentuk sel abnormal berupa benjolan yang disebut tumor. Pada waktu sel abnormal ini tumbuh, pembuluh darah dengan sendirinya akan memberikan pasokan gizi kepada tumor. Akibatnya, tumor tumbuh makin subur. Lama kelamaan tumor akan merajalela dengan cara menyerang jaringan yang sehat dan menyebar yang disebut tumor ganas atau kanker.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan sel abnormal di dalam tubuh, diantaranya adalah:
Faktor genetik : Seseorang yang memiliki riwayat (keturunan) penyakit kanker mempunyai risiko lebih besar terkena penyakit ini, dibanding seseorang yang tidak memiliki riwayat.
Faktor kekebalan (imunistas) : Di dalam tubuh yang sehat sistem kekebalannya mampu mengenali sel asing dan memusnahkannya. Tetapi jika sistem imunitas di dalam tubuh memiliki masalah, maka akan mempengaruhi pengenalan terhadap sel asing, sehingga sel tumor akan berkembang dan tumbuh dengan bebas.
Faktor makanan : Menurut penelitian, 80-90% penyebab berbagai kanker berkaitan dengan makanan. Beberapa makanan jika dikonsumsi secara berlebih dapat menjadi pencetus munculnya sel kanker. Misalnya, makanan yang diasap, makanan yang diasinkan atau diacar, makanan yang diawetkan, dan makanan yang banyak mengandung bahan-bahan kimia lainnya (zat pewarna dan perasa buatan).
Agar lebih rinci lagi, lihat tabel di bawah ini:
Jenis Kanker/Faktor Penyebab/Proteksi
Kanker lambung
Terlalu banyak merokok, banyak menyantap makanan yang diasinkan dan kurang mengkonsumsi sayuran dan buah.
Perbanyak konsumsi sayuran dan buah segar, rajin minum teh hijau, kurangi konsumsi garam.
Kanker payudara
Terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi kalori, alkohol, dan daging yang diasap.
Perbanyak mengkon-sumsi sayuran dan buah segar khususnya yang berwarna hijau dan kuning.
Kanker kandung kemih
Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, pemanis buatan, dan merokok.
Perbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah segar khususnya yang berwarna hijau dan kuning.
Kanker prostat
Terlalu banyak meng-konsumsi makanan berlemak, terutama lemak jenuh dari daging.
Perbanyak mengkon-sumsi sayuran dan buah segar khususnya yang berwarna hijau dan kuning.
Kanker hati
Diakibatkan oleh infeksi hepatitis B atau aflatoxin, terlalu banyak minum minuman beralkohol.
Menghindari makanan yang mengandung aflatoxin, mis: kacang tanah yang telah berjamur dan hasil olahannya, keju yang kadaluarsa, batasi konsumsi makanan berprotein tinggi dan garam.
Kanker tenggorokan (esofagus)
Tingginya konsumsi alkohol dan makanan yang diawetkan. Kebiasaan merokok.
Hindari makanan berpotensial penyebab kanker dan perbanyak konsumsi buah dan sayur.
Kanker mulut rahim (servic)
Rendahnya konsumsi sayuran dan buah.
Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam folat yang terdapat pada sayuran hijau, biji-bijian, kacang polong dan buncis.
Jadi, kunci menghindari kanker adalah dengan cara sedapat mungkin menjauhi makanan pemicu kanker dan memperbanyak konsumsi bahan pangan segar.
Sumber: E-mail - NN 
 Please note the following :
CANCER : Not all cancers are the same. 1/3 is curable. 1/3 is preventable.
2 factors of cancer that cannot be controlled are AGE & FAMILY HISTORY.
CAUSES OF CANCER:
1. Smoking is very often the main cause of cancer.
It kills us silently and drains money from us quietly. There're 4,000 harmful chemicals (though in diluted form) in one stick of cigarette. Taking one puff is 600 times worse than inhaling exhaust fumes from vehicles.
2. Some foods that cause cancer is :
a. Barbecued Food
b. Deep Fried Food
c. Overheating Meat d. Food that is high in fat causes our bile to secrete acid that contains a chemical which is a promoter of cancer cells.
e. Food that contains preservatives, too much salt or nitrates, e.g. canned food, salted egg & veggies, sausages, etc.
f. Overnight Rice (where Aflatoxin is accumulated)
g. Food that is low in fibre : Our body needs 25gm of both soluble & insoluble fibre daily. We must drink at least 1.5 litres of plain water a day.
h. Contaminated Food (e.g. moulded bread causes our body to secrete toxins that may eventually lead to liver cancer in the long run. Never eat bread that is kept in room temperature for more than 2 days especially in a humid weather.)
3. Types of fat and which is the best?
Highly Recommended for Health :
a. Olive Oil - It does not absorb in our body.
b. Fish Oil - Omega 3 (contained in NI's Circulytes) has poly-unsaturated fat. It's good for our brain cells.
c. Peanut Oil - It contains Vitamin E. A small dosage is recommended only.
4. Not Recommended for Health
a. Vegetable Fat - Palm oil is worse than coconut oil. It is high in cholesterol and highly unsaturated.
b. Coconut Oil - It has saturated fat.
5. Specific Food & Beverages
a. Egg when eaten too much can cause High Colon Cancer, Risk Ovary Cancer, Prostate Cancer.
b. Cabbage is highly recommended for health reason.
c. Tomato is best eaten raw with a bit of olive oil for better absorption. Other alternative is to take tomato sauce.
d. Coffee is good because it contains 2 anti- oxidants. Inhale coffee aroma for half each day is equivalent to eating 2 oranges a day. However, the residue of over-burned coffee is extremely bad for health. It can cause cancer.
e. Tea, as long as it is in its original tealeaves and not processed into BOH or Lipton packets, it is good for health. Tea contains 30 anti-oxidants. Recommended dosage is cups a day.
EXERCISE AND BE FIT
Have a balanced lifestyle. Exercise regularly.
F : Frequency : 3 to 5 times a week.
I : Intensity : Exercise till we sweat and breath deeply.
T : Types of exercises : Find one that suits our age, lifestyle…
HAVE REGULAR CHECK-UP once we reach the age of 45 & above, it is recommended that we go for regular comprehensive health examination. Early detection may save lives. 
 Saat mesin mobil kita sulit dinyalakan, biasanya kita melakukan jumpstart pada mobil kita. Ada banyak jenis jumpstart bisa dilakukan, seperti misalnya: dengan menggunakan aki mobil lain untuk men-'start' mobil kita atau mendorong mobil, dengan kondisi porseneling 'masuk'.
Mesin mobil yang susah di-'start', salah satu penyebabnya adalah tenaga yang dimiliki aki mobil tersebut tak memadai alias aki-nya lemah. Nah, berikut ini diberikan beberapa langkah melakukan jumpstart pada mobil dengan menggunakan aki mobil lain, yang tentunya dalam keadaan yang lebih baik.
1. Sebelum melakukan jumpstart, ada baiknya Anda mengutamakan faktor keselamatan, yakni dengan mempersiapkan kacamata bening dan sarung tangan.
2. Dekatkan posisi mobil yang memiliki aki yang kondisinya bagus sedekat mungkin dengan mobil yang hendak di-jumpstart. Kedua mobil jangan sampai bersentuhan atau menempel.
3. Pastikan mesin pada kedua mobil dalam keadaan mati dan posisi kontak dalam keadaan 'off', serta berada pada permukaan yang rata. Pasanglah rem tangan kedua mobil atau ganjal ban bagian depan dan belakangnya.
4. Pastikan lampu, lampu riting, radio dan AC dalam keadaan 'off'. Copotlah semua aksesoris mobil, seperti pemantik rokok dan soket listrik lainnya dari kedua mobil. Jumpstart aki dapat mencapai tegangan sebesar 300 volt pada sistem kelistrikan mobil Anda dan tegangan yang tiba-tiba naik dapat membahayakan peralatan kelistrikan di mobil Anda.
5. Periksalah elemen pada kedua aki, jika terdapat korosi, maka bersihkan dahulu dengan menggunakan kertas gosok atau benda lainnya. Kutub yang berkarat akan menghambat arus kelistrikan dari kabel ke dalam aki. Jangan lupa, kenakanlah sarung tangan demi keselamatan Anda. Periksa juga kondisi aki, jika aki rusak dan cairannya bocor, jangan dilanjutkan. Segera lepaskan aki dari mobil Anda dan belilah aki yang baru. Sebab jika Anda tetap melakukan jumpstart, bisa menyebabkan resiko yang terparah, yakni aki akan meledak. Pastikan juga elemen di dalam aki mobil yang lemah masih baik, dan permukaan larutan akinya tak kurang dari batas minimalnya.
6. Pasanglah salah satu ujung kabel jepit yang berwarna merah ke kutub positif (+)aki mobil yang bagus, dan pasangkan ujung satunya ke kutub positif (+) mobil yang akinya lemah. Biasanya terdapat tanda (+) atau tulisan 'POS' pada kutub posisif aki tersebut, jadi Anda perlu memeriksanya dahulu.
7. Kemudian pasanglah salah satu ujung kabel jepit yang berwarna hitam ke kutub negatif (-) dari aki mobil yang bagus, dan pasangkan ujung yang satunya ke bagian mobil yang akinya lemah, yang berbahan metal dan tidak tertutupi cat atupun krom, sebagai menjadi 'ground'.
8. Pastikan kedua kabel tersebut tak bersentuhan, apalagi dalam keadaan terkelupas. Jauhkan juga dari kipas mesin dan 'fan belt'.
9. Pastikan bahwa kondisi kontak mobil yang di-jumpstart dalam keadaan 'off' dan hidupkan mesin mobil yang akinya bagus, untuk mengisi tenaga pada aki mobil yang lemah. Setelah beberapa saat, jangan terlalu lama, hidupkan mobil yang mempunyai aki lemah.
10. Saat kedua mesin mobil telah hidup, lepaslah kabel hitam penghubung yang menempel pada body mobil dan kemudian ujung kabel yang menempel pada kutub negatif (-) aki mobil satunya. Kemudian, lepaskan kabel penjepit yang berwarna merah dari kedua kutub positif (+) aki kedua mobil. Sebelum menutup kap mobil, pastikan tak ada lagi yang terhubung pada kedua mobil.
11. Pastikan mesin mobil yang memiliki aki yang lemah terus menyala hingga minimal setengah jam, agar aki terisi tenaga.
Jika beberapa langkah di atas telah Anda lakukan, namun tetap saja keesokan harinya aki Anda tak kuat untuk men-'start' mobil, maka segera hubungi ahlinya atau mekanik yang berpengalaman. Jangan lupa, selalu utamakan keselamatan Anda.
(sumber: kapanlagi.com) 
 Aneurisma memang bisa membawa kematian. Namun, jika terdeteksi dan ditangani secara dini, tak mustahil aneurisma bisa sembuh. Bagaikan musuh dalam selimut. Mungkin pepatah inilah yang tepat untuk menggambarkan aneurisma. Tak seperti penyakit pada umumnya yang menunjukkan gejala terlebih dahulu, aneurisma bisa saja tidak menunjukkan gejala apapun. Lantaran tak menampakkan gejala khas itulah, orang kerap kali dibikin kaget. Betapa tidak, seseorang yang semula tampak segar-bugar, tiba-tiba saja tak berdaya. Setelah diperiksa, ternyata pembuluh darahnya telah pecah. Aneurisma merupakan kelainan pada pembuluh darah, yakni lemahnya dinding pembuluh darah yang merupakan bawaan sejak lahir. Lemahnya dinding pembuluh darah ini disebabkan oleh tidak adanya lapisan tengah (lapisan otot) sehingga dinding pembuluh darah menjadi tipis. Pada keadaan seperti ini, tekanan darah yang cukup tinggi bisa mendesak lapisan pembuluh yang tipis tersebut. ''Sehingga terjadi penggelembungan yang makin lama makin besar seperti balon,'' jelas dokter Djoko Listiono Linggo, spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
Di Indonesia, penderita aneurisma umumnya datang ke rumah sakit saat pembuluh darah yang menggelembung tersebut telah pecah sehingga terjadi perdarahan pada otak. Dalam kondisi yang sudah parah seperti ini, penderita biasanya merasakan sakit kepala yang luar biasa, sakit pada bagian belakang leher, photophobia (tidak bisa melihat sinar), kesadaran menurun, sampai yang terburuk adalah kematian. ''Yang ditakutkan adalah apabila aneurisma pecah untuk kedua kalinya atau apabila aneurisma tersebut merupakan giant aneurysm. Kemungkinan untuk selamat menjadi lebih kecil,'' kata Djoko.
Aneurisma sendiri memiliki beragam ukuran, begitu pula letaknya. Ukuran aneurisma berkisar antara 1/2 sampai dengan 3 cm. Apa pula yang disebut giant aneurysm? Ini adalah aneurisma yang berdiameter 2,5 cm atau lebih.
Aneurisma dapat dipicu oleh tekanan darah tinggi (hipertensi), infeksi pembuluh darah, juga rokok. Patut pula digarisbawahi bahwa aneurisma dapat menyerang segala umur, namun sebagian besar kasus aneurisma terjadi pada usia produktif antara 30 sampai 50 tahun. Djoko sendiri pernah menangani penderita aneurisme yang masih berusia 12 tahun. Inilah penderita aneurisma termuda yang pernah ia tangani.
Mengenai posisi aneurisma, Djoko menjelaskan, biasanya aneurisma berada di pertigaan atau di tikungan pembuluh darah. Untuk mengetahui dan memastikan letak aneurisma, dilakukan pemeriksaan dengan angiografi atau MRI. Ada pula alat terbaru untuk mendeteksi keberadaan aneurisma yaitu Computer Tomogram Angiografi (CTA). Berbeda dengan angiografi, CTA tidak mengharuskan penderita ditusuk dengan kateterisasi.
Sedangkan untuk melihat perdarahan dalam otak dilakukan Computerized Tomography Scan (CT Scan). Masalahnya di Indonesia, jarang sekali orang melakukan medical check-up. Akibatnya, penderita aneurisma umumnya datang ke dokter ketika pembuluh darahnya telah pecah dan terjadi perdarahan.
Di negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika, penyakit ini bukan hal yang baru. Setiap orang menjalani skrining dengan pemeriksaan MRI sehingga aneurisma dapat diketahui dan ditangani secara dini. Di Amerika Serikat, jumlah penderita aneurisma mencapai 15 orang per 100 ribu penduduk, dan merupakan penyebab kematian mendadak kedua setelah penyakit jantung.
Penanganan aneurisma Soal gejala yang tidak khas dari aneurisma juga dikatakan oleh dokter Eka J Wahjoepramono, ahli bedah saraf dari Rumah Sakit Siloam Gleaneagles, Tangerang. Dikatakannya, pada aneurisma yang belum pecah, sebanyak 95 persen tidak menunjukkan gejala apapun. Sementara hanya 5 persen saja yang menunjukkan gejala seperti sakit kepala, mata juling, atau menutupnya kelopak mata. ''Tidak adanya gejala, membuat banyak penderita datang terlambat atau tidak mendapatkan penanganan yang semestinya,'' katanya.
Lebih jauh, Eka menjelaskan, aneurisma yang telah pecah dibagi dalam lima tingkatan. Tingkat 1 termasuk dalam kondisi yang masih bagus yakni penderita dengan sakit kepala hebat. Pada tingkat 2, penderita telah menurun kesadarannya. Tingkat 3, penderita menurun kesadarannya dan ada kecacatan. Tingkat 4, penderita telah koma, dan tingkat 5 adalah kematian yang terjadi dalam hitungan menit atau jam setelah pecahnya aneurisma.
Untuk mengatasi aneurisma, cara yang terbaik adalah lewat operasi clipping. Dalam operasi ini dilakukan penjepitan di daerah yang menggelembung dengan mengunakan clip. Cara lainnya adalah dengan embolisasi. Di sini dilakukan kateterisasi dengan melepaskan koil (semacam spiral) yang besarnya 2-3 mm sehingga menimbulkan bekuan untuk menutup aneurisma. Menurut Eka, embolisasi sangat baik dilakukan untuk aneurisma yang letaknya sulit, atau aneurisma yang besar. Aneurisma tingkat 4 sebaiknya juga ditangani dengan embolisasi, karena bila ditangani dengan operasi clipping justru akan memperberat kondisi koma penderita.
Bagaimana dengan aneurisma yang belum pecah? Tentu ini lebih mudah ditangani ketimbang aneurisma yang telah pecah. Eka mengatakan, aneurisma yang belum pecah, peluang keberhasilan operasi sangat besar yaitu 99,9 persen, baik dengan clipping maupun embolisasi. Sementara untuk aneurisma yang telah pecah pada tingkat 1 dan 2, peluang keberhasilannya adalah 75-80 persen. ''Tapi pada tingkat 4, kemungkinan berhasil hanya tingal 50:50,'' ujar Eka, yang telah menangani 105 kasus aneurisma.
Bila menyimak penjelasan dari dua pakar bedah saraf di atas, jelas sekali bahwa aneurisma tak bisa dianggap remeh. Ia tak punya gejala khas, dan bisa merenggut nyawa. Walau begitu, bukan berarti tak ada peluang untuk sembuh. Syaratnya, deteksi dan penanganan sedini mungkin.
Sumber: E-mail (NN) 
 Anak Anda sudah mulai diperkenalkan dengan sayuran? Yiha.... bagus dooong.
Tapi, ada tapinya neeh. . Kalau untuk makanan yang mengandung bayam cukup buat satu porsi aja ya. Intinya, jangan pernah memanasi makanan yang mengandung bayam.
Loh, kenapa? Ada beberapa alasan seeh. Setelah tengok sana-sini, ketemu beberapa. Ini dia:
a. Bayam mengandung zat besi yang berupa Fe2+ (ferro) Kalau dia terlalu lama kontak dengan O2 (oksigen dari udara), Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Meski sama-sama zat besi, yang berguna bagi kita adalah ferro. Sedangkan ferri bersifat toxid pada bayam. Jadi, kalau bayam dipanasi, akan berlaku oksidasi tersebut.
Aku dulu bingung kenapa ibuku selalu melarang memanasi sayur bening. Blio sih gak bisa jelasin secara ilmiah gitu, tp selalu bilang: sayur bayam, kalau blm habis, jangan dipanasi lagi.
b. Jangan pernah mengonsumsi bayam lebih dari 5 jam. Soalnya, selain mengandung zat yg disebutin tadi itu, bayam juga mengandung zat Nitrat (NO3). Kalau teroksidasi oleh udara, maka akan menjadi NO2 (nitrit). Nitrit adalah senyawa yang tidak berwarna, tidak berbau, dan bersifat racun bagi tubuh manusia.
Menurut John S Wishnok, bayam segar yang baru dicabut dari persemaiannya telah mengandung senyawa nitrit kira-kira sebanyak 5 mg/kg. Bila bayam disimpan di lemari es selama 2 minggu, kadar nitrit akan meningkat sampai 300 mg/kg. Dengan kata lain, dalam 1 hari penyimpanan, senyawa nitrit akan meningkat 21 mg/kg (7%).
Efek toksik (meracuni tubuh) yang ditimbulkan oleh Nitrit bermula dari reaksi oksidasi Nitrit dengan zat besi dalam sel darah merah, tepatnya di dalam Hemoglobin (Hb).
Telah kita ketahui bahwa salah satu tugas hemoglobin adalah mengikat oksigen untuk disalurkan ke seluruh organ tubuh. Ikatan nitrit dengan hemoglobin, disebut Methemoglobin, mengakibatkan hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen. Jika jumlah methemoglobin mencapai lebih dari 15% dari total hemoglobin, maka akan terjadi keadaan yang disebut Sianosis, yaitu suatu keadaan dimana seluruh jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen. Jika hal ini terjadi pada bayi dikenal dengan nama "Blue Baby".
Efek toksik lainnya adalah kemampuan nitrit bereaksi dengan Amino sekunder dapat membentuk senyawa yang dapat menyebabkan kanker.
c. O,ya jangan masak bayam pake panci alumunium yach...soalnya bisa bereaksi dengan zat besi yang ada di bayam, dan... jadi racun. Tips mengkonsumsi bayam *Pilih bayam yang baru dipetik dan masih segar* Hendaknya langsung diolah setelah mendapatkan bayam segar* Jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es.
Jadi takut mengonsumsi bayam?? JANGAN... soalnya, kandungan nutrisinya sangat TOP BGT. Bahkan, bayam disebut sebagai King of Vegetables.
Sumber: E-mail (NN) 
| |