Blog EntryMenyikapi Sebuah Kegagalan...Aug 21, '07 11:19 AM
for everyone
Pada tahun 1958, Frank & Dan Carney memulai usaha menjajakan pizza dari toko milik keluarganya. Sasaran mereka saat itu adalah memperoleh uang guna membayar biaya  sekolah mereka. Sembilan belas tahun kemudian Frank Carney menjual 3.100 outlet "Pizza Hut" senilai USD 300 juta.

Carney sering memberikan nasehat yang kurang lazim kepada mereka yang baru memulai usaha, kira-kira begini: "Saya pernah menjalani kira-kira lima puluh jenis usaha yang berbeda-beda dan hanya lima belas diantaranya yang tergolong sukses. Itu artinya, rata-rata keberhasilan saya adalah tiga puluh persen".

Inti yang ingin disampaikan oleh Frank adalah: "Anda perlu terus menerus mengayunkan pukulan (baseball) jika ingin berhasil memukul dan bahkan lebih penting lagi adalah  melangkah mundur ke tempat semula setelah pukulan Anda meleset."

Carney mengatakan bahwa Pizza Hut sukses karena ia selalu belajar dari kekeliruan-kekeliruannya. Misalnya upaya ekspansi di Oklahoma City mengalami kegagalan, namun kemudian membuatnya menyadari betapa pentingnya faktor lokasi dan dekorasi. Ia sungguh-sungguh belajar dari setiap kesalahannya. Ketika penjualannya di New York merosot tajam, muncul gagasan inovatif memasarkan pizza tebal yang agak keras di bagian luarnya dan ternyata sukses luar biasa. Ketika toko-toko pizza lainnya mulai menggerogoti pangsa pasarnya, Frank menanggapinya dengan memperkenalkan menu baru "Pizza ala Chicago" dan sukses pula. Faktanya Carney sering gagal, namun dalam setiap kegagalan ia mampu mengubahnya menjadi keberhasilan.

Kegagalan adalah pengalaman yang pernah kita semua mengalaminya.
Pertanyaannya adalah: "Apakah Anda akan membiarkan kegagalan itu menjatuhkan Anda atau sebaliknya malah mendorong Anda untuk meraih sukses?"

Jika Anda melakukan seperti yang dilakukan Carney, Anda akan menggunakan kegagalan-kegagalan Anda sebagai pengalaman belajar.

"Untuk meraih kemenangan, Anda harus belajar kalah", kedengarannya seperti nasehat yang aneh, tapi orang yang mengucapkannya itu telah meraup USD 300 juta.


Sumber: E-mail (NN)


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help