Just nice...

Blog EntryBersyukurlah Atas Pintu-Pintu Yang TertutupFeb 16, '08 12:50 PM
for everyone
Belajarlah untuk memuji Tuhan sebanyak mungkin ketika sebuah pintu tertutup bagi kita, sama seperti ketika sebuah pintu dibukakan bagi kita.
Alasan Allah menutup pintu-pintu adalah karena DIA tidak menyediakan sesuatu bagi kita di balik pintu itu.

Jika DIA tidak menutup pintu yang salah, kita tidak pernah menemukan pintu yang benar, Allah mengarahkan jalan kita melalui pintu-pintu yang tertutup dan terbuka.
Ketika satu pintu ditutup, kita akan terdorong untuk mengubah rencana kita.

Pintu yang tertutup lainnya akan memaksa kita untuk mengubah rencana lagi.
Hingga akhirnya kita menemukan pintu yang terbuka dan kita melangkah menuju berkat-berkat bagi kita.

Allah mengarahkan jalan-jalan kita melalui pintu-pintu yang terbuka dan tertutup, namun biasanya bukannya memuji DIA karena pintu yang tertutup (yang justru menghindarkan kita dari masalah) kita sering kali menjadi marah karena kita "menilai atas apa yang tampak saja".

Kita selalu mendapat pertolongan segera pada saat diperlukan. Karena Dia berjalan di atas kepala kita, DIA dapat melihat masalah yang ada di sepanjang jalan yang akan kita lalui, lalu DIA membangun penghambat jalan di sana atau bahkan membuat jalan berkelok. Namun karena kebodohan kita, kita mencoba menghancurkan penghambat jalan atau menyingkirkan tanda melalui jalan berkelok. Kemudian, pada saat kita menghadapi masalah, kita mulai menangis, "Tuhan, mengapa Engkau melakukan hal ini padaku?". Kita seharusnya menyadari bahwa pintu yang tertutup dapat merupakan suatu berkat.

Tidakkah dikatakanNYA bahwa tidak ada kebaikan yang akan disembunyikan dari orang yang mencintaiNYA?

Jika Engkau di-PHK dari pekerjaanmu - pujilah Tuhan karena kesempatan-kesempat baru yang akan muncul - bisa saja suatu pekerjaan baru atau sekolah lagi.

Jika seorang pria atau wanita tidak menyambut hatimu - mungkin bukan karena mereka sendiri, tapi mungkin Tuhan yang mengatur sebuah penghambat jalan (relakanlah).

Kita kadang-kadang dapat merangkap diri kita dalam keraguan dan kekecewaan karena menilai apa yang tampak saja.

Aku sungguh bergembira karena banyak kali Bapa Kita telah menutup pintu-pintu bagiku hanya untuk membukakan pintu dalam tempat yang tak terduga. Allah tidak akan selalu mengatakan dengan kata-kata : "belok ke kiri, lalu ke kanan"........ kadang-kadang DIA hanya akan menutup pintu-pintu yang salah.

"FirmanMU adalah pelita bagi kakiku, dan terang bagi jalanku" Maz 119 : 105.
"Langkah orang benar dipimpin oleh Tuhan; dan DIA akan menerangi jalannya" Maz 37 : 23

= penulis tak dikenal =
Diterjemahkan oleh: Dewi Galang

Blog EntryPahami Karakter AndaDec 30, '07 3:23 AM
for everyone
Untuk memacu semangat di tahun yang baru :)
Jia you!!

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-sama. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda?

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-pisang tersebut. Monyet A yang mula-mula mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpeleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-kali sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.

Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B.
Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan' seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-monyet sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang di atas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik. "Hai, mengapa kami tidak boleh naik?" protes keduanya".

"Ada teman-teman yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan ke atas deh," jelas monyet C.

Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel. "Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas ?.. Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya?", tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik. Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang d iinginkannya...

Renungan
Rekan-rekan, manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini?

Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka.

Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri.

Karakter E adalah tipe orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.

Pisang dalam cerita di atas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya.

Namun sayangnya, banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur. Orang-orang dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-hal seperti ini, "Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-sia seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-kali dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya," atau mungkin kalimat, "Kamu mau gagal kayak si X? Lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja."

Bukankah hal-hal seperti itu yang sering kita dengar sehari-hari? Orang dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam menjalankan sesuatu.
"Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal" adalah kekuatan yang  selalu memompa motivasinya. Dan kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu  ketakutan.

Nah, saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa anda ke tahun 70-an. Apa yang akan anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata "Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho".

Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tsb, bahkan mungkin menganggapnya gila.

Berapa orang yang akan menjawab, "Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-sama kaya?". Mungkin satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada. Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia?
Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya?

Dikelilingi orang tipe ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Blog EntryFokus Pada Masalah atau pada Solusi?Oct 13, '07 1:41 AM
for everyone
Efisiensi adalah suatu hal yang penting di dalam dunia manajemen.
Sebagai seorang anggota tim yang baik, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam membawa tim kita mencapai tujuan bersama, tetapi juga tanggung jawab dalam mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi.

Tetapi seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam dua kasus di bawah ini:

1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang.
Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun yang kosong. Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.
Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.


2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu decade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai  permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah. "Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa. Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya." (Rayong, 19 Mei 2005).

Sumber: e-mail (NN)


Blog EntryKiller StatementSep 18, '07 12:41 PM
for everyone
Ada sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang disebut killer statement. Apa itu killer statement? Gampangnya, killer statement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental maupun semangat orang lain.

Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari, atau barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda, memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang seringkali kita sebut killer statement.

Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk dari killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama Jerry Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa.

Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari planet lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang pandai melukis, diciptakanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja tersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu menarik. Kecaman dan kritikan diterima.

Selama enam tahun berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini. Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadi saat mereka mendengar ada editor dari Detective Comics yang membutuhkan komik strips. Lantas mereka pun mencoba menjual kepada mereka.

Tapi, saat membuka-buka dan menlihat gambaran komik mereka, para editor pun tertawa dan berkata, "Wah, nggak akan ada yang percaya dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual". Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan kalimat yang menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat menjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya senilai US$130.

Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan terbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer statement yang diterimanya. Karena, beberapa saat setelah komiknya dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti bisa menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan terbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa.

Komik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya menjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, penciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman menjadi populer dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh penciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan kemiskinan.

Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari publik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan dengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya Detective Comics sepakat memberikan jaminan finansial. Tetapi, kalau kita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang telah menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama Shuster dan Siegel.

Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari killer statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang mendengarnya.

Tips penting
Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati dengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak kita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik seseorang.

Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela.

Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer statement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan anti virus bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang kita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain sudah mengatakan killer statement itu kepada kita.

Dalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satu latihan yang kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan positif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan hal yang buruk kepada Anda.

Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang penyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan akhirnya tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini memberikan nasihat, "Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu. Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil". Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan bintang penyanyi tua ini.

Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-kata negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan sampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat orang yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka. Jangan biarkan mereka merusak diri Anda.

Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda. Sebaiknya jaga jarak dengan orang seperti itu bila tidak ada perubahan positif. Lakukan sebatas hubungan professional.

Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin


Blog EntryMengasah KapakSep 13, '07 1:05 PM
for everyone
Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya.
Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon.
Sang majikan sangat terkesan dan berkata, "Bagus, bekerjalah seperti itu!"

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit.

"Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku", pikir penebang pohon itu.
Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi.
"Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?", sang majikan bertanya.

"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon," katanya.

Catatan: Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya. Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam? Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras.

Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya.

Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh. Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.

Sumber: E-mail (NN)


Blog EntryMenyikapi Sebuah Kegagalan...Aug 21, '07 11:19 AM
for everyone
Pada tahun 1958, Frank & Dan Carney memulai usaha menjajakan pizza dari toko milik keluarganya. Sasaran mereka saat itu adalah memperoleh uang guna membayar biaya  sekolah mereka. Sembilan belas tahun kemudian Frank Carney menjual 3.100 outlet "Pizza Hut" senilai USD 300 juta.

Carney sering memberikan nasehat yang kurang lazim kepada mereka yang baru memulai usaha, kira-kira begini: "Saya pernah menjalani kira-kira lima puluh jenis usaha yang berbeda-beda dan hanya lima belas diantaranya yang tergolong sukses. Itu artinya, rata-rata keberhasilan saya adalah tiga puluh persen".

Inti yang ingin disampaikan oleh Frank adalah: "Anda perlu terus menerus mengayunkan pukulan (baseball) jika ingin berhasil memukul dan bahkan lebih penting lagi adalah  melangkah mundur ke tempat semula setelah pukulan Anda meleset."

Carney mengatakan bahwa Pizza Hut sukses karena ia selalu belajar dari kekeliruan-kekeliruannya. Misalnya upaya ekspansi di Oklahoma City mengalami kegagalan, namun kemudian membuatnya menyadari betapa pentingnya faktor lokasi dan dekorasi. Ia sungguh-sungguh belajar dari setiap kesalahannya. Ketika penjualannya di New York merosot tajam, muncul gagasan inovatif memasarkan pizza tebal yang agak keras di bagian luarnya dan ternyata sukses luar biasa. Ketika toko-toko pizza lainnya mulai menggerogoti pangsa pasarnya, Frank menanggapinya dengan memperkenalkan menu baru "Pizza ala Chicago" dan sukses pula. Faktanya Carney sering gagal, namun dalam setiap kegagalan ia mampu mengubahnya menjadi keberhasilan.

Kegagalan adalah pengalaman yang pernah kita semua mengalaminya.
Pertanyaannya adalah: "Apakah Anda akan membiarkan kegagalan itu menjatuhkan Anda atau sebaliknya malah mendorong Anda untuk meraih sukses?"

Jika Anda melakukan seperti yang dilakukan Carney, Anda akan menggunakan kegagalan-kegagalan Anda sebagai pengalaman belajar.

"Untuk meraih kemenangan, Anda harus belajar kalah", kedengarannya seperti nasehat yang aneh, tapi orang yang mengucapkannya itu telah meraup USD 300 juta.


Sumber: E-mail (NN)


Blog EntryWalking by Faith (By Charles Stanley)Aug 12, '07 9:27 AM
for everyone
The Scriptures frequently speak about the "Christian walk" as a description of believers' behavior. For example, we are told to walk as children of light, walk in the truth, walk according to the Spirit, and walk in love.

Colossians 2:6 uses this expression to give us an important command:"Therefore as you have received Christ Jesus the Lord, so walk in Him."
The question we must ask is, What does it mean to "walk in Christ"?

Here, the word in does not have a literal usage, like "the hammer is in the toolbox." Rather, it refers to a vital relationship-a union between the believer and the Lord. Just as a wedding marks the beginning of a new relationship for a man and a woman, receiving Christ as Savior commences an intimate fellowship between the Lord and His follower. What God desires is not simply to forgive sins, but to develop a close and ever-deepening personal relationship with each of His children. He wants us to realize that the Son of God is the source of everything-Jesus Christ is to the believer what blood is to the human body:indispensable to life.

Therefore, "walking in Christ" refers to a dynamic relationship with the Lord. Just as it is impossible to walk while standing still, believers are either moving forward in their Christian life or falling backward. The key for how to make progress is found in that same Colossians verse: "As you have received Christ Jesus the Lord, so walk in Him." How did you and I receive Christ? By faith. In order to be born again, we trusted the testimony of the Word of God. The Christian life is to be "walked"-or lived out-in the same way.

Most people are guided by their natural senses, but that is not effective because from our human viewpoint, we are unable to see the big picture.

Instead, our heavenly Father wants us to trust Him daily for whatever need we may have. That is why followers of Jesus Christ are to "walk by faith, not by sight" (2 Corinthians 5:7). We must take the first step by faith, and then another, not knowing exactly where it will lead us, but trusting that our omniscient, loving God has our best interest in mind. To walk in faith means having a personal relationship with Jesus Christ that results in trusting Him for every circumstance of life. When we consistently live with that kind of confidence in the Lord, we will believe He will do what is right and what is for our benefit every time, without exception.



Blog EntrySenar yang PutusJul 5, '07 2:15 AM
for everyone
Niccolo Paganini, seorang pemain biola terkenal di pertengahan abad 19, mengadakan konser tunggal yang dipadati oleh penggemarnya.

Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus, keringat dingin mulai membasahi dahinya, tetapi dia tetap meneruskan permainannya.

 

Kejadian selanjutnya sangat mengejutkan.

Senar biola yang lainnya pun mulai putus satu per satu, hingga hanya tertinggal satu senar.

Ketika para penonton melihat dia tetap memainkan lagunya dengan satu senar, mereka pun berdiri, bertepuk tangan, dan berujar, "Hebat!!! Hebat!!!"

Namun para penonton menyadari bawa tidak mungkin Paganini dapat memainkan bagian akhir dari lagunya hanya dengan satu senar yang tersisa.
Dan Paganini pun tahu betul akan hal itu, namur senar-senar yang putus tadi tidak mungkin tersambung kembali.

 

Akhirnya Paganini menarik nafas dalam-dalam, memberi hormat kepada penonton dan memberi isyarat kepada dirigen orkestra.
Ia telah memutuskan untuk memainkan bagian akhir dari lagunya hanya dengan satu senar...

Dengan mata berbinar ia berteriak, "Paganini dengan satu senar!!!"

 

Ia menaruh biola di dagunya, dan...

Ia berhasil memainkan bagian akhir lagu tersebut dengan sangat indah...


Hidup kita terkadang bagai senar yang putus, dipenuhi persoalan, kekhawatiran, kekecewaan, dan kegagalan.

Dan kita sering kali mencurahkan banyak waktu untuk memikirkan kembali senar yang putus tadi.

Apakah Anda masih memikirkan senar-senar yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak merdu lagi?


Jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya tadi. Mainkanlah lagu dengan senar terakhir itu semerdu mungkin..


Sumber: Email - NN



Blog EntrySatu DetikJun 21, '07 7:51 AM
for everyone

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?"
"Haa?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"
"Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?"
"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.
"Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?"
"Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali? "Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.
"Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"
"Naaaah, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.
Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali. Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang terasa begitu berat. Namun sebenarnya jika kita sudah menjalankannya, ternyata kita mampu, bahkan sesuatu yang mungkin semula kita anggap tidak mungkin untuk dilakukan.

Jangan berkata "TIDAK" sebelum Anda pernah mencobanya.

Sumber: Email - NN 


Blog EntryServiceMay 24, '07 6:45 AM
for everyone
Never underestimate your clients' complaint, no matter how funny it might be!

This is a real story happened between the customer of General Motors and its Customer-Care Executive.


A complaint was received by the Pontiac Division of General Motors:

"This is the second time I have written to you, and I don't blame you for not answering me, because I sounded crazy, but it is a fact that we have a tradition in our family of ice cream for dessert after dinner each night.

But the kind of ice cream varies so, every night, after we've eaten, the whole family votes on which kind of ice cream we should have and I drive down to the store to get it. It's also a fact that I recently purchased a new Pontiac and since then my trips to the store have created a problem.

You see, every time I buy a vanilla ice-cream, when I start back from the store my car won't start. If I get any other kind of ice cream, the car starts just fine. I want you to know I'm serious about this question, no matter how silly it sounds:

"What is there about a Pontiac that makes it not start when I get vanilla ice cream, and easy to start whenever I get any other kind?"

The Pontiac President was understandably skeptical about the letter, but sent an Engineer to check it out anyway. The latter was surprised to be greeted by a successful, obviously well educated man in a fine neighborhood.

He had arranged to meet the man just after dinnertime, so the two hopped into the car and drove to the ice cream store. It was vanilla ice cream that night and, sure enough, after they came back to the car, it wouldn't start.

The Engineer returned for three more nights. The first night, they got chocolate. The car started. The second night, he got strawberry.
The car started. The third night he ordered vanilla. The car failed to start.

Now the Engineer, being a logical man, refused to believe that this man's car was allergic to vanilla ice cream. He arranged, therefore, to continue his visits for as long as it took to solve the problem. And toward this end he began to take notes: he jotted down all sorts of data: time of day, type of gas uses, time to drive back and forth etc.

In a short time, he had a clue: the man took less time to buy vanilla than any other flavor.

Why? The answer was in the layout of the store. Vanilla, being the most popular flavor, was in a separate case at the front of the store for quick pickup. All the other flavors were kept in the back of the store at a different counter where it took considerably longer to check out the flavor.

Now, the question for the Engineer was why the car wouldn't start when it took less time. TIME became the problem - not the vanilla ice cream. Eureka!!!!

The engineer quickly came up with the answer: "vapour lock".

It was happening every night; but the extra time taken to get the other flavors allowed the engine to cool down sufficiently to start.

When the man got vanilla, the engine was still too hot for the vapour lock to dissipate.


Remember:

Even crazy looking problems are sometimes real and all problems seem to be simple only when we find the solution with cool thinking.

Don't just say its "IMPOSSIBLE" without putting a sincere effort...
Observe the word "IMPOSSIBLE" carefully... Looking closer you will see,

"I'M POSSIBLE"...


What really matters is your attitude and your perception.


Source: E-mail - NN


Blog EntryAir..Mar 21, '07 12:37 PM
for everyone

Air bersifat mengalah, tapi tidak pernah kalah.

Air mematikan api dan membersihkan kotoran.

Kalau sekiranya merasa akan dikalahkan, air meloloskan diri dalam bentuk uap dan kembali mengembun.

Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu.

Bilamana bertemu batu arang, dia akan berbelok untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali.

Air membuat jernih udara, sehingga angin menjadi mati.

Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati, karena dia sadar bahwa tidak ada suatu kekuatanpun yang dapat mencegahnya menuju lautan.

Air menang dengan mengalah, dia tak pernah menyerang, namun selalu menang pada akhir perjuangannya..

 

Tao Te Ching

PS: Dan airpun berkata...patutkah saat ini aku dipersalahkan?


Blog EntryMANHOODMar 8, '07 6:25 AM
for everyone


Dear Bobby, I understand that soon you will be twelve years old.
Your father called me the other day and mentioned that you two will be celebrating your entrance into manhood. Welcome! In his call he asked me to write a note to you, jotting down my 


thoughts on the meaning of "Manhood."  So here goes:
 
Bobby, I think the first characteristic of a real man is integrity.



A real man is authentic. That is, he doesn't live by a double standard. You can trust his word. If he blows it, he's not afraid to say, "I'm sorry." He doesn't mind admitting, "I don't
know."

"As long as I have life within me.I will not deny my integrity." (Job 27:3-5 - selected)
 

Secondly, Bobby, I would mention responsibility. That is, he
steps up to the plate and takes care of his family. He leads
and protects his wife, thus giving her a sense of security and belonging. He invests time in his kids. He considers it his responsibility to provide financially for the family. Because


real men give back more than they take, they are trying to help improve their community through civic responsibility, church ministries, etc. 






"Each of you must take responsibility for doing the creative best you can with your own life." (Gal. 6:5 - Msg) 
 


Thirdly Bobby, I think real men work hard at cultivating quality
relationships.


 
With God: He makes knowing God his first priority in life. (Matt. 6:33)



With his wife and kids: He chooses to carve out time for his wife.  He learns how to be a gentle warrior rather than a brute. 


He does this by listening to her, protecting her, and seeking
to understand her. In other words, he gives her respect. He


also makes a real effort to spend quality and quantity time with his kids. He plays with them, and instructs them in the word of God. He sets an example that they gladly want to follow.


Because he is their greatest fan, he works hard at being there for them when they are performing or are in athletic events.
He is gentle but firm. Never harsh. Thus he creates an atmosphere 
of warmth and laughter in the home.  (I Pet. 3:7; Eph. 6:4)



With other men and women: He cultivates mature and honest relationships 
with adults. He is involved and respected in his community. (Rom. 12:18; Prov. 22:1)



"I strive always to keep my conscience clear before God and man."  (Act. 24:16b)
 
Fourthly Bobby, a real man has courage. He has courage to face himself and acknowledge when he is wrong. He isn't afraid of the future or to take risks (that are well researched and thought 


out).  He has the nerve to stand up for his principles against wrong or evil.  



"These are the names of David's mighty men: Josheb-Basshebeth, Tahkemonite, was chief of the Three; he raised his spear against 


eight hundred men, whom he killed in one encounter."  (2 Sam.
23:8)

Finally Bobby, a real man exercises self-control. Any man worth his salt has energy, passion, and drive. The biggest struggles


most men face are with sexual temptation, and the lust for money
or power. A man becomes a barbarian if he does not allow the


Spirit of God to help him gain control over these drives and impulses. A real man is meek: strength under control. 
"The fruit of the Spirit is.self-control. live by the Spirit, and you will not gratify the desires of the sinful nature." 

(Gal. 5:22;16 - selected)

Well, Bobby, welcome to  "Manhood"!



My prayer is that you are having a great week!



 



Written by: R. Dwight Hill



Blog EntryBunyi Yang Punya ArtiFeb 26, '07 1:06 AM
for everyone






Suatu hari, seseorang dari desa mengunjungi temannya di kota.
Bunyi ribut mobil-mobil dan derap orang yang lalu-lalang sangat menganggu orang desa itu. Kedua orang itu kemudian berjalan-jalan dan tiba-tiba orang desa itu berhenti, menepuk pundak temannya dan berbisik, "Berhentilah sebentar. Apakah kamu mendengar suara yang kudengar?"

Teman kotanya itu menoleh ke arah orang desa itu sambil tersenyum, dan kemudian berkata, "Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta suara orang lalu-lalang. Apa yang kau dengar?"
"Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar suara nyanyiannya." sahut orang desa itu.

Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Saya pikir kamu hanya bergurau. Tidak ada jangkrik di sini. Dan seandainya ada, bagaimana orang bisa mendengar suaranya di tengah kebisingan jalan ini? Jadi kamu pikir kamu bisa mendengarkan suara seekor jangkrik?"

Kata orang desa itu, "Ya! Ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini sekarang."

Orang desa itu berjalan ke depan beberapa langkah, lalu berdiri di samping tembok suatu rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh merambat. Orang desa itu memetik beberapa daun, dan di atas daun itulah terdapat seekor jangkrik yang bernyanyi keras sekali.

Teman dari kota itu kini bisa melihat jangkrik itu, dan dia pun mulai bisa mendengarkan suara nyanyiannya. Ketika mereka kembali berjalan-jalan, orang kota itu berkata kepada teman desanya, "Kamu secara alami bisa mendengar lebih baik dari kami."

Orang desa itu tersenyum dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Sekarang lihat, saya akan memperlihatkannya kepadamu!"

Lalu, orang desa itu mengambil uang logam dan menjatuhkannya di trotoar. Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh ke arahnya. Kemudian orang desa itu memungut uang logam itu dan menyimpannya kembali di kantungnya, dan kedua orang itu kembali berjalan-jalan.

Kata orang desa itu, "Tahukah kamu sobat, suara uang logam itu tidak lebih keras daripada nyanyian jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang kota mendengarnya dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah satu-satunya orang yang mendengar suara jangkrik itu. Alasannya tentu bahwa bukan orang desa bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Tidak. Alasannya adalah bahwa kita selalu mendengar dengan lebih baik hal-hal yang biasanya kita perhatikan."



***

Seringkali ketika kita dalam masalah, kita berteriak memohon pertolongan pada Allah, dan kita merasa Dia diam saja. Ketika membaca cerita ini kita jadi sadar, sebabnya bukan karena Allah tidak menjawab, tapi karena kita lebih fokus pada diri kita sendiri dan permasalahannya daripada fokus pada Allah dan pertolonganNya. Kita memasang telinga agar Allah menjawab sesuai dengan keinginan dan cara kita dan menolak suara Allah yang mengatakan bahwa Dia menyediakan jalan lain yang lebih baik!
(Anonim)




Sumber: Email



Blog EntryCangkir Yang CantikFeb 20, '07 1:35 AM
for everyone
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir
yang cantik.
"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.


Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara, "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak
cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan

tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.

"Stop! Stop!", aku berteriak, Tetapi orang itu berkata, "Belum!" Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.
"Stop! Stop!", teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. "Panas! Panas!", teriakku dengan keras.

"Stop! Cukup!", teriakku lagi. Tapi orang ini berkata
"Belum!"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. "Stop! Stop!", aku berteriak.

Wanita itu berkata "Belum!". Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! "Tolong! Hentikan penyiksaan ini!", sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya.

Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku.
Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.


Renungan:
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi
setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.


 

Sumber: Email



Blog EntryNelayan JepangFeb 8, '07 7:03 AM
for everyone






Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini.

Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah lebih besar dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil tangkapan itu ke daratan. Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka.

Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut.

Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama.
Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku, dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah.

Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalkannya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan. Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak.

Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun, orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya.
Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas.

Bagaimanakah perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini?
Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang?
 
Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda rekomendasikan?


RENUNGKAN...
Begitu anda mencapai tujuan-tujuan Anda, seperti mendapatkan jodoh, 
memulai perusahaan yang sukses, membayar hutang-hutang Anda, atau apapun, Anda dapat kehilangan gairah Anda. Anda tidak perlu bekerja demikian keras sehingga Anda bersantai. Anda mengalami masalah yang sama dengan para pemenang lotere yang menghabiskan uang mereka, pewaris kekayaan yang tidak pernah tumbuh dewasa, dan para ibu rumah tangga jemu yang kecanduan obat-obatan resep.

Seperti masalah ikan di Jepang tadi, solusi terbaiknya sederhana. Hal ini diamati oleh L. Ron Hubbard di awal 1950-an. "Orang berkembang, anehnya, hanya dalam kondisi lingkungan yang menantang" -L. Ron Hubbard.


Keuntungan dari sebuah Tantangan:
 
Semakin cerdas, tabah dan kompeten diri Anda, semakin Anda menikmati masalah yang rumit. Jika takarannya pas, dan Anda terus menaklukan tantangan tersebut, Anda akan bahagia. Anda akan memikirkan tantangan-tantangan tersebut dan merasa bersemangat. Anda tertarik untuk mencoba solusi-solusi baru. Anda senang. Anda hidup!


Bagaimana Ikan Jepang Tetap Segar?
 
Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup. Ikan-ikan tersebut tertantang.


Renungan:

Jangan menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya dan taklukanlah.
Nikmatilah permainannya.
Jika tantangan anda terlalu besar atau terlalu banyak, jangan menyerah.
Kegagalan jangan membuat anda lelah, sebaliknya, atur kembali strategi.

Temukanlah lebih banyak keteguhan, pengetahuan, dan bantuan.
Jika anda telah mencapai tujuan anda, rencanakanlah tujuan yang lebih besar lagi.
Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga anda terpenuhi, berpindahlah ke tujuan untuk kelompok anda, masyarakat, bahkan umat manusia.

Jangan ciptakan kesuksesan dan tidur di dalamnya.
Anda memiliki sumber daya, keahlian, dan kemampuan untuk membuat perubahan.

Jadi, masukkanlah seekor ikan hiu di tangki anda dan lihat seberapa jauh yang dapat anda lakukan dan capai!


Sumber : Email


Blog EntryDOA-KUJan 17, '07 1:35 AM
for everyone
Tuhanku...

Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu.

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang penting
adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan
berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya. Dan ia haruslah
mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya
tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku.

Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku
ketika aku berbuat salah.

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu
dan situasi. Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang
wanita ketika aku di sisinya.

Tuhanku...

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang
yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi
sempurna.

Tuhanku...

Aku juga meminta..

Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga.
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat
mencintainya dengan segenap cintaku.

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu.
Berikanlah aku tangan yang selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku mata yang selalu melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya.
Berikanlah aku mulut yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu
memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk
dirinya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua
dapat mengatakan, "Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan
kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat.
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah
Engkau tentukan.


AMIN....


Sumber: Elia's Stories


Blog EntryPlans And RealitiesJan 11, '07 12:56 AM
for everyone
A man's heart plans his way, but the Lord directs his steps. —Proverbs 16:9

When I went to Moody Bible Institute as an 18-year-old, I enrolled in the pastors program. I could picture myself preaching and leading a church just as my home church pastor was doing. Then, after hearing
about the five faithful missionaries to the Auca Indians who were tragically killed in Ecuador, I even considered dedicating my life to missions.

But God had a different course laid out for me. Through His clear leading, and in accordance with the gifts He had given me, I became a teacher, editor, and writer.

Most of us have had similar experiences. We think ahead and carefully work out a plan. We picture in our minds with great detail how our future is going to unfold. But things don't go as planned. Some doors
close, while others open. If this happens to you, it may be that God has something completely different in mind.

It's good to plan and dream and think ahead. But we must always be open to God-appointed changes in direction. "A man's heart plans his way," Solomon wrote, "but the Lord directs his steps" (Prov. 16:9).

God will never mislead us. When we trust Him with all our heart, He will direct our paths (Prov. 3:5-6). His way is always best. — David C. Egner

Should mystery enshroud His plan
And our short sight be dim,
We will not try the whole to scan
But leave each thread to Him. —Murray

Where God's finger points, His hand will make the way.

Source: ODB, 9th January 2007


Blog EntryE-mails From FriendsJan 3, '07 12:47 AM
for everyone

---------- Forwarded message ----------
From: Arnold N Tarapa <-deleted->
Date: Dec 29, 2006 12:28 AM

Subject: RE: God Bless Us All...THANK YOU!!
To:  -deleted-





Hi Bud,


Terimakasih untuk sharing mengenai perasaan atas acara tanggal 24 kemarin.


Tanpa bermaksud untuk menduplikasi apa yang sudah Budi "share" dengan kita semua, secara pribadi saya juga ingin mengucapkan terimakasih untuk semua teman baik di paduan suara, string ansamble, panitia dan pengkhotbah, yang selama lebih kurang 3 (tiga) bulan terakhir sungguh-sungguh sudah menguras tenaga, pikiran, perasaan ... (mungkin juga dana ;-) untuk pelayanan kita tanggal 24 waktu itu.


Saya sungguh merasa diberkati, dapat melayani bersama dengan Saudara-i, mengucap syukur untuk setiap talenta yang boleh disertakan dan dibagikan dalam project ini.



Harapan saya, biarlah apa yang sudah kita persembahkan beberapa hari lalu, bukan merupakan akhir, tetapi boleh justru menjadi titik tolak kita bersama-sama untuk melayani dengan lebih baik di tahun yang baru nanti, bukan hanya pada project-project khusus, tetapi juga pelayanan kita dalam kebaktian-kebaktian umum setiap Minggu.



Sekali lagi terimakasih, "Selamat Natal dan Tahun Baru", Tuhan memberkati!!



-ANET-


" Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. " (I Kor 15:58)




            -----Original Message-----
            From: Budhy Tirtaatmadja [-deleted-]
            Sent:
Tuesday, December 26, 2006 9:16 AM 
            To:  -deleted-
            Subject: God Bless Us All...


Hi guys,





Kalian benar-benar bernyanyi dengan baik tanggal 24 kemarin.  Ngga tahu dengan kalian, tapi yang pasti inilah pertama kali gw merasakan paduan suara kita begitu membahana dan gw sendiri merasa diberkati melalui pujian yang dikumandangkan. Gw yakin Tuhan  dan malaikat2nya saat itu bersorak sorai sehingga pujian yang kita nyanyikan ada kuasanya.  Beberapa orang bilang ke gw bahwa disamping performance kita bagus sekali, mereka merasa diberkati sekali dengan pujian yang dinaikkan.



See... jika kita sehati sepikiran dalam pelayanan, Tuhan pasti akan melengkapinya dengan begitu indahnya. Semuanya terasa begitu indahnya, dari selebaran yang dibuat Jane, kemudian sound system yang baik oleh Koko & Om Andy, pemain piano Nanet dan music by Edwin dkk, dan lain-lainnya, terutama juga buat conductor kita Anet yang sudah diberkati Tuhan dengan membagikan talentanya yang begitu indah buat kita semua.  Mudah-mudahan kita semua semakin kompak dalam melayani dengan selalu berusaha memberikan yang terbaik buat Tuhan, sehingga kita semua boleh menjadi berkat bagi orang lain.  Glory to God and Bravo untuk team kita dan PS Jubilee! God bless you all... Selamat Hari Natal 2006 & Tahun Baru 2007.




Best Regards,



Budhy



Blog EntryA True SoulmateJan 2, '07 1:20 AM
for everyone

Only once in your life, I truly believe, you find someone who can completely turn your world around.

You tell them things that you've never shared with another soul and they absorb everything you say and actually want to hear more.


You share hopes for the future, dreams that will never come true, goals that were never achieved and the many disappointments life has thrown at you.

When something wonderful happens, you can't wait to tell them about it, knowing they will share in your excitement.


They are not embarrassed to cry with you when you are hurting or laugh with you when you make a fool of yourself.

Never do they hurt your feelings or make you feel like you are not good enough, but rather they build you up and show you the things about yourself that make you special and even beautiful.


There is never any pressure, jealousy or competition but only a quiet calmness when they are around.

You can be yourself and not worry about what they will think of you because they love you for who you are.


The things that seem insignificant to most people such as a note, song or walk become invaluable treasures kept safe in your heart to cherish forever.

Memories of your childhood come back and are so clear and vivid it's like being young again. Colors seem brighter and more brilliant.


Laughter seems part of daily life where before it was infrequent or didn't exist at all.

A phone call or two during the day helps to get you through a long day's work and always brings a smile to your face.


In their presence, there's no need for continuous conversation, but you find you're quite content in just having them nearby.

Things that never interested you before become fascinating because you know they are important to this person who is so special to you.


You think of this person on every occasion and in everything you do. Simple things bring them to mind like a pale blue sky, gentle wind or even a storm cloud on the horizon.

You open your heart knowing that there's a chance it may be broken one day and in opening your heart, you experience a love and joy that you never dreamed possible.


You find that being vulnerable is the only way to allow your heart to feel true pleasure that's so real it scares you.

You find strength in knowing you have a true friend and possibly a soul mate who will remain loyal to the end.


Life seems completely different, exciting and worthwhile. Your only hope and security is in knowing that they are a part of your life.


Source: Unknown



Blog EntryPegawai Hotel Yang SabarDec 21, '06 12:29 AM
for everyone
Beberapa waktu yg lalu di meja pemesanan kamar hotel Memphis, saya melihat suatu kejadian yg bagus sekali, bagaimana seseorang menghadapi orang yg penuh emosi.


Saat itu pukul 17:00 lebih sedikit, dan hotel sibuk mendaftar  tamu-tamu baru. Orang di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah. Pegawai tsb  berkata, "Ya, Tuan, kami sediakan satu kamar 'single' untuk Anda."

"Single," bentak orang itu, "Saya memesan double."

Pegawai tsb berkata dg sopan, "Coba saya periksa sebentar."
Ia menarik permintaan pesanan tamu dari arsip dan berkata,
"Maaf, Tuan. Telegram Anda menyebutkan single. Saya akan senang
sekali menempatkan Anda di kamar double, kalau memang ada. Tetapi semua kamar double sudah penuh."

Tamu yg berang itu berkata, "Saya tidak peduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double."

Kemudian ia mulai bersikap "anda-tau-siapa-saya," diikuti dengan

"Saya akan usahakan agar Anda dipecat. Anda lihat nanti. Saya akan  buat Anda dipecat."


Di bawah serangan gencar, pegawai muda tsb menyela, "Tuan, kami menyesal sekali, tetapi kami bertindak berdasarkan instruksi anda."

Akhirnya, sang tamu yg benar2 marah itu berkata, "Saya tidak akan mau tinggal di kamar yg terbagus di hotel ini sekarang --- manajemennya benar2 buruk," dan ia pun keluar.

Saya menghampiri meja penerimaan sambil berpikir si pegawai pasti marah setelah baru saja dimarahi habis2an. Sebaliknya, ia menyambut semua dengan salam yg ramah sekali "Selamat malam, Tuan."

Ketika ia mengerjakan rutin yg biasa dalam mengatur kamar untuk saya, saya berkata kepadanya, "Saya mengagumi cara Anda mengendalikan diri tadi. Anda benar2 sabar."

"Ya, Tuan," katanya, "Saya tidak dapat marah kepada orang seperti itu. Anda lihat, ia sebenarnya bukan marah kepada saya. Saya cuma korban pelampiasan kemarahannya. Orang yg malang tadi mungkin baru saja ribut dg istrinya, atau bisnisnya mungkin sedang lesu, atau barangkali ia merasa rendah diri, dan ini adalah peluang emasnya untuk melampiaskan kekesalannya."

Pegawai tadi menambahkan, "Pada dasarnya ia mungkin orang yg sangat baik. Kebanyakan orang begitu."

Sambil melangkah menuju lift, saya mengulang-ulang perkataannya, "Pada dasarnya ia mungkin orang yg sangat baik. Kebanyakan orang begitu."


Ingat dua kalimat itu kalau ada orang yg menyatakan perang pada Anda. Jangan membalas. Cara untuk menang dalam situasi seperti ini adalah membiarkan orang tsb melepaskan amarahnya, dan kemudian lupakan saja.

(by David J.S.)



Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help